Pages

Wednesday, 22 February 2012

melawan arus

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHEEM

yeah! kena derah skek klu nk lawan arus!

huk2..bakpe plok tbe2 nok lawang arus ni? sbb gini citenyer..

haih..xtaula bakpe byk beno kijo loni..hish..nk kater tension tu dokla babnyer xdop pung dok tonggeng cam orang laing.. tp nyer rse serabut tu msti doh..jadinyer, x kire r byk kijo ke dok, tp 'kijo2' kegemaran ttap wat gak..contohnyer isi blog nih..(tau dh slh grema nih, tp biar ah..)

bak kate sorg yg bijok ngat:

        'i will not let my schooling interfere with my education' - Mark Twain (chewah...)

irony kan? tp bler pike2 blik btul ngat.. education gives you more than school does..if you go to school you get to graduate, but look at how much graduates are jobless currently? but education gives you more than that..tgkla org yg berjaya cam steve jobs n the gang..

nk kne carik la ayat qur'an ke. Hadith ke. citer sirah ke. yg describe pasal ni. huu. 

Wednesday, 8 February 2012

Pinjaman



"Cinta". Perkataan yang biasa kita dengar dan ungkapkan. 
Setiap manusia yang berpeluang hidup di muka bumi ini pasti mengalami perasaan cinta.  Manusia memang dilahirkan secara fitrahnya mempunyai perasaan cinta.
Seorang ibu sanggup berkorban nyawa untuk anaknya kerana cintanya kepada anak.
Seorang bapa sanggup berkorban harta dan tenaga kerana perasaan cintanya kepada keluarga. 
Seorang penuntut sanggup mengharungi susah dan payah kerana cintanya kepada ilmu. 
Seorang perwira sanggup berkorban jiwa kerana cintanya kepada tanahair. 
Seorang hartawan sanggup berkorban masa dan maruah kerana cintanya kepada harta. 
.. dan seorang pencinta kononnya sanggup merentasi lautan berapi lantaran cintanya kepada kekasihnya. 
Secara dasarnya, kita sanggup berbuat apa sahaja kerana ingin menjaga dan mengejar cinta.
Itulah cinta.  Ia fitrah.  Dan ia juga boleh menjadi fitnah. 
Ia boleh menjadikan seseorang mulia atau hina.  Ia bisa merubah manusia menjadi lebih baik di sisi Tuhan dan manusia, dan ia  juga bisa menjatuhkan nilai seseorang dari sudut pandangan Tuhan dan manusia.
Sudah lama kita menjalani kehidupan ini, dan sudah banyak kali perkataan 'cinta' kita ungkapkan dan luahkan. 
Di kesempatan yang terbatas ini, marilah kita bermuhasabah.  Muhasabah tentang cinta.  Mudah-mudahan muhasabah ini bisa menyedarkan kita semua akan di mana letak duduknya rasa cinta kita?  Di tempat yang sepatutnyakah?  Atau sudah tersasarkah cinta kita selama ini?
01.Orang yang beriman sangat cinta kepada ALLAH
"Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah..." - [Al-Baqarah: 165]
Kongsikan kepada kami produk anda, lokasi perniagaan, dan kehebatan tentang produk anda! Mari daftar di http://direktori.iluvislam.com sekarang! Promosi RM5 selama sebulan!
02.Amaran Kepada Yang Meletakkan Cinta Kepada Mahkluq Melebihi Cinta Kepada ALLAH
Katakanlah: "Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." "Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik." - [At-Taubah: 24]
Cukuplah dengan dua ayat al-Quran di atas bagi kita mula bermuhasabah. 
Jika selama ini kita telah meletakkan cinta dan perhatian kepada makhluq, nah mulai hari ini marilah kita letakkan semula rasa cinta dan kasih itu di tempat yang sepatutnya. 
Menyedari bahawa meletakkan cinta kepada ALLAH mengatasi segala-galanya, kita mesti membuktikan rasa cinta itu. 
Tidak cukup dengan hanya kalimah "aku cintakan ALLAH" atau "ALLAH adalah segala-galanya buatku" atau seumpama dengannya.  Ia mesti dibuktikan!
ALLAH subhanahu wata'ala telah berfirman di dalam al-Quran tentang pembuktian cinta kepada ALLAH adalah dengan mengikuti segala suruhan dan perintah yang telah disampaikan oleh Rasulullah sallAllahu 'alaihi wasallam:
Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, nescaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." "Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." - [Ali-Imran: 31]
Justeru, bagi merealisasikan rasa cinta kepada ALLAH, kita juga mesti meletakkan rasa patuh dan cinta kepada Rasulullah sallAllahu 'alaihi wasallam. Al-hubb (cinta) dan al-ittiba' (ikut) Rasulullah sallAllahu 'alaihi wasallam adalah suatu yang dituntut agama.
Muslimin-muslimat sekalian,
Sudah banyak rasa kecewa menyinggahi jiwa kita.  Sudah tidak terkira kita rasa sedih apabila orang yang kita cintai membuat sesuatu yang tidak kita sukai.  Sudah acap kali kita didatangi keresahan apabila harta yang kita cintai hilang atau berubah hakmilik.  Ya, cinta kepada makhluq pasti mengundang kekecewaan.
Sekiranya cinta dan kasih diletakkan kepada ALLAH melebihi rasa cinta kita kepada makhluqNYA, nescaya kita tidak akan didatangi kecewa.  Sedih yang melanda akan segera terubat apabila cinta kepada ALLAH menguasai jiwa.  Malah, jiwa akan hidup dalam ketenangan dan kemanisan iman akan mula menyerap ke dalam jiwa.
Hadis riwayat Anas radhiAllahu 'anhu, dia berkata bahawa Nabi sallAllahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Ada tiga hal yang barang siapa mengamalkannya, maka ia dapat menemukan manisnya iman, yaitu orang yang lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya daripada yang lain, mencintai orang lain hanya karena Allah, tidak suka kembali ke dalam kekufuran (setelah Allah menyelamatkannya) sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke dalam neraka." - [Shahih Muslim No.60]
Semoga tulisan yang ringkas ini bisa mencetus rasa ingin memperbaiki rasa cinta kepadaNYA.  Mudah-mudahan kita semua tergolong di dalam kumpulan manusia yang meletakkan dambaan cinta dan redha ALLAH sebagai yang terutama, amin.
Wallahu A'lam.

Saturday, 4 February 2012

If only you're with us, oh beloved one

Most of us had wished that we were ones who had been with the Prophet(saw). But,what if he(saw) comes and live with us for a day, would he (saw) be proud with us?


 Lau kaana bainana ya habibi... :')

Thursday, 2 February 2012

Bye2 Dermatology:

Our last day in Dermatological Posting.

A little muhasabah:

Had been referring to many books and doctors in regards to the skin.

But what has Allah said in the Qur'an regarding skin?

There are many verses stating the word 'skin' referring to this very own largest organ of ours (which is our amanah)

And this is one of it:

"Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Quran yang serupa (ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gementar keranya kulit orang-orang yang takut akan Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingati Allah, dengan kitab itu Dia memberi ptunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah, makatidak seorang pun yang dapat memberi petunjuk." (Az-Zumar, 39:23)

May we all be included in those whose skin shivers when the Qur'an is read to us, and whose skin and hearts calms with remembering Him. Ameen.

Alhamdulillah~

After what to me seemed a hard day, it was rewarding when I got to play ping2 with my friend, TWICE!!!
Well, i think that's what happen when you're a medical student, you appreciate every little not-from-medicine thing.

We actually planned to go for swimming, but when we went to the sport's complex at 9pm, it was closed.So that's why we did another game of ping2.

Which to me is unfair, because the facility was made for students. Just because the semester students are taking their leave, we (the medical and dental students) who are not on holidays, could not go use the sports complex from 8-10pm (which is the USUAL opening times during weekdays). Are we not students too?  hmph, anyways, they had already voice this out to the student's council. hoping that something is being done, inshaAllah.

Allahumma yusahhil. Ameen.

Alhamdulillah, given this few minutes to update myself of myself..muhasabah..insyaAllah..

this is a quote i'd like to share..i found tthis from a friend's status, but could not recall where it came from, whether it's from the hadith or the ulama's quotations.

         "It is better to sit alone than in company with the bad; and it is better to sit with the good than alone. And it is better to speak words to a speaker of knowledge than to remain silent; and silence is better than bad words"


This quote is not meant to degrade or de-level anyone. but my strength when I am alone and failed to bring the group I am with to a better conversation. Allahumma yusahhil.